Makam Terendam Air, Warga Semarang Nyadran Di Pinggir Air Laut
DomaiNesia

Makam Terendam Air, Warga Semarang Nyadran Di Pinggir Air Laut

Sabtu, 10 April 2021



Warga Semarang - Menyambut Bulan Ramadhan biasanya warga kota semarang berziarah ke makam sanak saudara mereka, 

Namun di tahun ini saudara kita di kota Semarang cukup memprihatinkan, trpatnya di kawasan pesisir Tambak Lorok Semarang.

TPU atau Tempat Pemakaman Umum yang berada di Tambaklorok di lokasi itu memang sudah tak terlihat lagi, karena terkena abrasi dan air rob yang akhir-akhir ini semakin tinggi sekali.

Tapi itu tidak menjadi hambatan para warga sekitar yang sanak saudara di makamkan di TPU tersebut untuk mengirimkan doa di makam.

Dalam benerapa foto yang ada di poatingan Detik.com warga yang nyadran berdoa tepat di pinggir air laut. Dikutip dari Detik.com, Salah seorang peziarah, Herman, warga Tambaklorok yang saat ini sudah tinggal di Kudu, Genuk, Semarang itu cukup sedih dengan kondisi pemakaman yang hilang itu.

Sekitar 3 tahun terakhir, Herman sudah tidak lagi melKodeihat malam bahkan nisan milik ayahnya.

 "Sudah tiga tahunan ini. Sekarang sudah sama sekali tidak bisa dilewati. Dulu masih bisa pakai perahu. Makam bapak masih jauh di sana," ujar Herman usai menabur bunga di pantai di Tambaklorok, Kamis (8/4/2021). Para ahli waris sudah benerapa yang telah memindahkan makam keluarganya ke tempat yang lebih layak lagi, begitupun dengan Herman yqng berencana memindahkan makam ayahnya "Insyaallah mau saya pindahkan. Kalau kayak gini masih sulit," ujarnya.

"Banyak makam yang hilang, tapi ada yang dipindah oleh ahli waris ke pemakaman Tenggang Tambakharjo, TPU Karanganyar Kaligawe dan di Bergota 2 di Karangroto Genuk," kata Slamet.

Melihat dari kondisi ini, semoga pemkot Semarang sesegera mungkin untuk mengadakan bantuan pemindahan makam secara massal dari tempat yang kurang layak ketempat yang lebih baik lagi, selagi masih ada kesemptan di waktu air pasang surut, sebelum semuanya terlambat hingga sudah penuh terendam air sepanjang waktu. sumber: Detik.com,pengalaman pribadi

TPU atau Tempat Pemakaman Umum yang berada di Tambaklorok di lokasi itu memang sudah tak terlihat lagi, karena terkena abrasi dan air rob yang akhir-akhir ini semakin tinggi sekali.

Tapi itu tidak menjadi hambatan para warga sekitar yang sanak saudara di makamkan di TPU tersebut untuk mengirimkan doa di makam.

Dalam benerapa foto yang ada di poatingan Detik.com warga yang nyadran berdoa tepat di pinggir air laut.

Dikutip dari Detik.com, Salah seorang peziarah, Herman, warga Tambaklorok yang saat ini sudah tinggal di Kudu, Genuk, Semarang itu cukup sedih dengan kondisi pemakaman yang hilang itu. Sekitar 3 tahun terakhir, Herman sudah tidak lagi melihat malam bahkan nisan milik ayahnya.

"Sudah tiga tahunan ini. Sekarang sudah sama sekali tidak bisa dilewati. Dulu masih bisa pakai perahu. Makam bapak masih jauh di sana," ujar Herman usai menabur bunga di pantai di Tambaklorok, Kamis (8/4/2021).

Para ahli waris sudah benerapa yang telah memindahkan makam keluarganya ke tempat yang lebih layak lagi, begitupun dengan Herman yqng berencana memindahkan makam ayahnya.

"Insyaallah mau saya pindahkan. Kalau kayak gini masih sulit," ujarnya.

Menurut keterangan dari Ketua RW 16 Kelurahan Tanjung Emas Semarang, pak Slamet Riyadi, mengatakan sudah ada ratusan orang yang dimakamkan di sana sejak awal tahun 2.000-an. Upaya swadaya warga memindahkan makam juga sudah dilakukan.

"Banyak makam yang hilang, tapi ada yang dipindah oleh ahli waris ke pemakaman Tenggang Tambakharjo, TPU Karanganyar Kaligawe dan di Bergota 2 di Karangroto Genuk," kata Slamet.

Melihat dari kondisi ini, semoga pemkot Semarang sesegera mungkin untuk mengadakan bantuan pemindahan makam secara massal dari tempat yang kurang layak ketempat yang lebih baik lagi, selagi masih ada kesemptan di waktu air pasang surut, sebelum semuanya terlambat hingga sudah penuh terendam air sepanjang waktu.

sumber: Detik.com,pengalaman pribadi

BACA SELANJUTNYA: 1 2 Baca Selengkapnya